LAPORAN AKHIR 2



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA


Nama                          : Athaya Nadhifa

No BP                         : 2410953023

Tanggal Praktikum     : 18 Maret 2025

Asisten                       : Mhd Dzikra Halim

                                      Zulhadia

  MODUL 2 : OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

1,20 V--

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

1,20 V 100 us10.000 KHz

  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

10.00010.000

Gergaji

10.00010.000

Pulse

10.00010.000

  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar

Lissajous


1:1


10.000

10.000

 


1:2


10.000

20.000

 


2:1


20.000

10.000

 


3:1


30.000

10.000

 


2:3


20.000

30.000

 


3:2








30.000

20.000

 


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 watt1,452 V260 mA0,37752 watt

2 Lampu

1,5 watt1,468 V200 mA0,2936 watt

3 Lampu

2,75 watt1,478 V180 mA0,26604 watt

  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 watt1,478 V260 mA0,38428 watt

2 Lampu

1,5 watt1,448 V 500 mA0,724 watt

3 Lampu

2,25 watt1,410 V 350 mA0,4935 watt

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada

oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut

  • Tegangan Searah

a. Atur output power supply sebesar 4 Volt

b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

  • Tegangan Bolak Balik

a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut


b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2


Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa



 

a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]

PERCOBAAN [1,2,3,4,5] PRATIKUM OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA PBL MODUL 2



4. Analisa[Kembali]

1.  Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
    
 Jawab:
Kalibrasi osiloskop penting untuk memastikan keakuratan pengukuran tegangan dan waktu, sehingga hasil yang ditampilkan sesuai dengan nilai sebenarnya. Tanpa kalibrasi, osiloskop dapat memberikan data yang tidak valid, menyebabkan kesalahan dalam analisis sinyal. Selain itu,membantu menjaga konsistensi pengukuran, memperpanjang umur perangkat, serta memastikan bahwa osiloskop bekerja sesuai spesifikasinya, terutama dalam aplikasi teknik, industri, dan penelitian.

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!
     
Jawab: 

Amplitudo

  • AC: Amplitudo bervariasi secara periodik dari positif ke negatif.
  • DC: Amplitudo tetap atau konstan, tidak berubah terhadap waktu.

Frekuensi

  • AC: Memiliki frekuensi tertentu (misalnya 50 Hz atau 60 Hz untuk listrik rumah tangga), tergantung pada sumber sinyal.
  • DC: Tidak memiliki frekuensi (0 Hz) karena tidak berosilasi.

Periode

  • AC: Memiliki periode tertentu yang merupakan kebalikan dari frekuensi (T=1/f), menunjukkan waktu untuk satu siklus penuh.
  • DC: Tidak memiliki periode karena tidak mengalami perubahan siklus.
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi
    Jawab: 

- GELOMBANG SINUS
Bentuk gelombang standar yang bergerak secara halus antara nilai maksimum dan minimum, banyak ditemukan pada sinyal ilmiah. Frekuensi rendah menghasilkan perioda panjang,dan frekuensi tinggi menghasilkan perioda pendek
Bentuk gelombang sinus
Bentuk gelombang sinus
- GELOMBANG PERSEGI
Berubah secara cepat antara dua nilai tegangan, digunakan untuk pengujian respons transien dan switching. Dua level tegangan (tinngi atau rendah dengan transisi panjang), frekuensi tinggi menghasilkan perida pendek. 
Bentuk gelombang persegi
Bentuk gelombang persegi
- GELOMBANG PERSEGI PANJANG/PULSA
Bentuk gelombang persegi panjang adalah bentuk gelombang persegi tetapi dengan waktu yang berbeda dalam keadaan yang berbeda. Hal ini membuat bentuk gelombang tersebut berbentuk persegi panjang mirip dengan gelombang kotak tetapi dengan siklus yang bervariasi 
Bentuk gelombang persegi panjang
Bentuk gelombang dari gelombang persegi panjang
- GELOMBANG SEGITIGA

Bentuk gelombang segitiga naik dan turun dengan kecepatan konstan, berguna untuk menguji linearitas rangkaian, frekuensi rendah menghasilkan puncak yang lebar, frekuensi yang tinggi menghasilkan puncak yang lebih rapat 

Bentuk gelombang segitiga
Bentuk gelombang segitiga
- GELOMBANG GERGAJI

Bentuk gelombang gigi gergaji atau gelombang landai adalah bentuk gelombang yang naik ke nilai akhirnya dan kemudian turun dengan penurunan hampir vertikal. Ini menghasilkan bentuk gelombang landai positif. mungkin juga untuk mengalami ramp negatif, di mana sinyal perlahan turun dari nilai maksimum ke nilai rendah, lalu naik dengan kemiringan hampir vertikal ke nilai maksimum lagi.

Gelombang gigi gergaji atau gelombang rampa baik yang positif maupun negatif
Bentuk gelombang gigi gergaji atau gelombang tanjakan
4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
   Jawab: 
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama pada setiap komponen. Daya terukur dengan wattmeter seharusnya sama dengan daya terhitung (P = VI atau P = I²R). Jika terdapat perbedaan, kemungkinan disebabkan oleh:

  •     Kesalahan pengukuran instrumen
  •     Kerugian daya pada kabel atau sambungan
  •     Faktor daya pada beban induktif/kapasitif
  •     Kesalahan pembacaan atau perhitungan

5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!
    Jawab:
Nilai daya yang terukur dan nilai daya yang didapatkan berbeda. hal ini dikarenakan praktikan yang kurang teliti, kesalahan membaca hasil pengukuran, dan tidak mengkalibrasi alat.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir [klik disini]


Komentar

Postingan populer dari blog ini