chapter 11 (11.29 , 11.37)


1. Pendahuluan[Kembali]

Operasional amplifier (op-amp) adalah salah satu komponen paling fundamental dalam rangkaian elektronika analog. Op-amp digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti penguatan sinyal, pengolahan sinyal, filtrasi, dan kontrol. Salah satu konsep penting dalam desain rangkaian op-amp adalah multiple-stage gains atau penguatan multi-tahap. Konsep ini mengacu pada penggunaan beberapa tahap penguatan op-amp secara berturut-turut dalam satu rangkaian untuk mencapai penguatan yang lebih besar dan lebih efisien. 

Pada rangkaian dengan multiple-stage gains, setiap tahap penguatan diatur sedemikian rupa untuk memperkuat sinyal secara bertahap tanpa menyebabkan distorsi atau penurunan kualitas sinyal yang signifikan. Setiap tahap biasanya terdiri dari satu op-amp dengan konfigurasi penguatan tertentu, seperti penguatan non-inverting, inverting, atau differential amplifier. Dengan menggabungkan beberapa tahap penguatan, rangkaian dapat mencapai penguatan total yang lebih tinggi dan lebih terkontrol.

Pada penerapannya, multiple-stage gains sering digunakan dalam sistem audio, penguat instrumen, pengolah sinyal analog, dan sistem komunikasi yang memerlukan penguatan sinyal yang besar dengan kualitas yang tetap terjaga.

2. Tujuan[Kembali]

  1. Menjelaskan cara kerja penguatan bertahap pada rangkaian op-amp.
  2. Menghitung penguatan total dengan mengalikan penguatan tiap tahap.
  3. Memahami pengaruh resistor pada penguatan masing-masing tahap.

3. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Alat 

- Software Proteus 

Untuk merancang dan menyimulasikan rangkaian elektronika.

2. Bahan

a. Voltmeter

Alat ukur untuk mengukur besar Tegangan dalam satuan Volt

b. DC Voltage

Komponen yang menyediakan tegangan tetap antara dua terminal: terminal positif (+) dan terminal negatif (–). Sumber ini digunakan untuk memberikan energi listrik ke rangkaian, dan nilainya bisa berupa tegangan tetap (seperti baterai 5V atau 12V) atau variabel, tergantung konfigurasi rangkaian.


c. Ground

Ground adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya sinyal  bolak balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian elektronika.

d. Vsine

VSINE adalah sumber tegangan AC berbentuk gelombang sinusoidal. Fungsinya untuk mensimulasikan sinyal AC dengan mengatur amplitudo, frekuensi, dan offset, serta digunakan untuk menguji rangkaian seperti penyearah dan filter.

e. Resistor

Fungsi utama dari resistor adalah membatasi aliran arus. Resistor dapat menahan arus dan memperkecil besar arus. Besar resistansi (kemampuan menahan arus) resistor disesuaikan dengan kebutuhan perangkat elektronika. 

Cara Menghitung Nilai Resistor


f. Op Amp

Op-amp (operational amplifier) adalah komponen elektronik aktif yang berfungsi untuk memperkuat perbedaan tegangan antara dua inputnya (input inverting dan non-inverting). 

4. Dasar Teori[Kembali]

CHAPTER 11: OP-AMP APPLICATIONS

Chapter 11 berfokus pada aplikasi praktis operational amplifier (Op-Amp) dalam berbagai rangkaian elektronik. Diawali dengan penjelasan tentang karakteristik Op-Amp ideal yang memiliki penguatan open-loop tak terhingga, impedansi input tak terhingga, dan impedansi output nol. Meskipun dalam praktiknya tidak ada Op-Amp yang ideal, pemahaman konsep ideal membantu dalam merancang dan menganalisis rangkaian dasar.

Dua konfigurasi fundamental Op-Amp dibahas secara rinci. Penguat inverting, dimana sinyal output memiliki fase yang berlawanan dengan input dan penguatannya ditentukan oleh rasio resistor feedback terhadap resistor input. Penguat non-inverting mempertahankan fase yang sama antara input dan output, dengan penguatan yang selalu lebih besar dari satu. Voltage follower, kasus khusus penguat non-inverting dengan penguatan tepat satu, sangat berguna sebagai penyangga impedansi.

Aplikasi lanjutan Op-Amp mencakup berbagai fungsi pemrosesan sinyal. Rangkaian komparator digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi digital dengan membandingkannya terhadap tegangan referensi. Integrator dan differentiator memanfaatkan kapasitor dalam konfigurasi feedback untuk melakukan operasi matematika dasar. Filter aktif memungkinkan seleksi frekuensi dengan presisi tinggi, dimana jenis low-pass dan high-pass filter paling umum digunakan. Aplikasi praktis lainnya termasuk summing amplifier untuk penjumlahan sinyal, instrumentation amplifier untuk pengukuran presisi, serta osilator untuk membangkitkan berbagai bentuk gelombang periodik.

 5. Prinsip Kerja[Kembali]

Prinsip Kerja Instrumentation Amplifier

Instrumentation amplifier adalah rangkaian berbasis op-amp yang dirancang khusus untuk menguatkan perbedaan tegangan yang sangat kecil antara dua input (differential input), sambil menolak gangguan atau noise yang sama pada kedua input (common-mode noise), seperti interferensi dari jaringan listrik atau lingkungan sekitar.

Rangkaian ini umumnya terdiri dari tiga buah op-amp. Dua op-amp pertama berfungsi sebagai input buffer, yang masing-masing terhubung ke input diferensial. Buffer ini memiliki impedansi input yang sangat tinggi, sehingga tidak membebani sensor atau sumber sinyal, serta menjaga sinyal tetap stabil. Selain itu, buffer memastikan bahwa sinyal dari kedua input tetap terisolasi secara baik.

Output dari kedua buffer ini kemudian diumpankan ke op-amp ketiga yang bertindak sebagai differential amplifier. Op-amp ini berfungsi menghitung selisih antara dua tegangan output dari buffer, lalu menguatkan selisih tersebut sesuai dengan nilai penguatan (gain) yang ditentukan oleh resistor eksternal. Rangkaian ini dirancang sedemikian rupa agar penguatan dapat diatur dengan mudah tanpa mengganggu impedansi input.

Secara matematis, output dari instrumentation amplifier dapat dirumuskan sebagai:

Vout = Gain × (V2 − V1)

di mana V1 dan V2 adalah input diferensial, dan gain ditentukan oleh konfigurasi resistor dalam rangkaian.

Karakteristik Output

  • Output hanya menguatkan perbedaan antara dua input, bukan sinyal bersama (common).
  • Sangat stabil dan akurat meskipun digunakan untuk sinyal amplitudo kecil.
  • Impedansi input tinggi dan cocok untuk sensor yang sensitif.
  • Gain mudah diatur hanya dengan satu resistor eksternal.

Contoh Aplikasi/Rangkaian Instrumentation Amplifier

  • Penguat Sinyal Sensor Medis

Digunakan untuk menguatkan sinyal bioelektrik seperti ECG atau EEG yang amplitudonya sangat kecil dan rentan noise.

  • Sistem Akuisisi Data

Menguatkan sinyal dari sensor atau transduser sebelum diproses oleh ADC (Analog to Digital Converter).

  • Pengukuran Tegangan Diferensial

Diterapkan dalam pengukuran tegangan antar dua titik yang berbeda potensial namun memiliki noise lingkungan yang sama.

  • Sistem Kendali Industri

Menjaga kestabilan sinyal dalam pengukuran tekanan, suhu, atau aliran pada lingkungan industri dengan gangguan tinggi.

Prinsip Kerja Low Pass Active Filter

Low Pass Active Filter adalah rangkaian berbasis op-amp yang dirancang untuk melewatkan sinyal frekuensi rendah dan menyaring atau meredam sinyal frekuensi tinggi di atas frekuensi cut-off tertentu. Rangkaian ini menggabungkan elemen pasif seperti resistor dan kapasitor dengan penguat aktif (op-amp), sehingga memiliki keunggulan dalam hal penguatan sinyal dan kontrol karakteristik filter yang lebih fleksibel dibanding filter pasif biasa.

Konfigurasi paling umum dari low pass active filter adalah rangkaian RC (resistor-kapasitor) yang dikombinasikan dengan op-amp non-inverting. Dalam konfigurasi ini, kapasitor dan resistor digunakan untuk menentukan nilai frekuensi cut-off (fc), yaitu frekuensi batas di mana filter mulai melemahkan sinyal. Sinyal input diberikan ke titik pembagi RC, dan hasilnya dikuatkan oleh op-amp untuk menghasilkan output yang sudah difilter dan diperkuat.

Frekuensi cut-off (fc) dari filter ini ditentukan oleh persamaan:

fc = 1 / (2πRC)

Di bawah frekuensi cut-off, sinyal akan diteruskan dengan sedikit atau tanpa pelemahan. Namun, ketika frekuensi sinyal melebihi nilai fc, reaktansi kapasitor menjadi sangat kecil, menyebabkan tegangan input jatuh dan output pun berkurang drastis. Op-amp dalam konfigurasi ini berperan penting dalam memberikan penguatan (gain) terhadap sinyal yang lolos dari filter, sekaligus meningkatkan impedansi input dan menurunkan impedansi output.

Karakteristik Output

  • Melewatkan sinyal frekuensi rendah dan meredam frekuensi tinggi.
  • Mempunyai penguatan (gain) yang bisa disesuaikan dengan konfigurasi op-amp.
  • Memiliki respons frekuensi yang halus dan linear di bawah frekuensi cut-off.
  • Cocok untuk aplikasi audio, sensor, dan sinyal analog.

Contoh Aplikasi/Rangkaian Low Pass Active Filter

  • Filter Audio (Tone Control)

Digunakan untuk menyaring frekuensi tinggi (noise) dan hanya melewatkan suara bass atau suara rendah dalam sistem audio.

  •  Pengolahan Sinyal Sensor

Melewatkan sinyal DC atau sinyal lambat dari sensor, sambil meredam noise frekuensi tinggi yang tidak diinginkan.

  •  Anti-Aliasing Filter

Dipakai sebelum ADC (Analog to Digital Converter) untuk menghindari distorsi akibat aliasing pada sinyal yang diubah ke digital.

  • Rangkaian Integrator Analog

Low pass filter dapat digunakan dalam desain sistem integrator atau sistem kendali analog untuk merespons perubahan sinyal secara lambat dan stabil.

 6. Ringkasan [Kembali]

10.29 - Instrumentation Amplifier 

Instrumentation amplifier adalah rangkaian penguat diferensial berbasis op-amp yang digunakan untuk menguatkan selisih tegangan kecil antara dua input, dengan impedansi input tinggi dan penolakan noise yang sangat baik. Cocok untuk aplikasi pengukuran presisi seperti sensor medis, sistem industri, dan akuisisi data.

Rumus Output Instrumentation Amplifier:

Keterangan:

  • V1,V2: Tegangan input
  • Vout: Tegangan output
  • R: Resistor tetap pada buffer
  • RG: Resistor pengatur gain di antara dua buffer

Rumus ini menunjukkan bahwa output berbanding lurus dengan selisih tegangan input dikalikan dengan faktor penguatan, yang bisa disesuaikan dengan mengatur nilai RG. Semakin kecil RG, semakin besar gain-nya.

Karakteristik Tambahan:

  • Output hanya dipengaruhi oleh perbedaan tegangan input (differensial), bukan gangguan bersama.
  • Impedansi input tinggi menjaga kestabilan sensor atau sinyal sumber.
  • Konfigurasi simetris menghasilkan performa penguatan yang seimbang dan presisi tinggi.

Aplikasi Instrumentation Amplifier:

  • Alat Medis: Menguatkan sinyal kecil seperti ECG, EEG
  • Sensor Industri: Mengolah data dari strain gauge, termokopel, dan sensor tekanan
  • Akuisisi Data: Menghubungkan sensor ke ADC untuk sistem monitoring
  • Pengukuran Diferensial: Membaca tegangan dari dua titik yang berbeda dengan noise tinggi

10.37 - Low Pass Active Filter

Low Pass Active Filter adalah rangkaian berbasis op-amp yang dirancang untuk melewatkan sinyal frekuensi rendah dan meredam sinyal frekuensi tinggi di atas frekuensi tertentu yang disebut frekuensi cut-off. Dengan menggunakan kombinasi resistor, kapasitor, dan op-amp, filter ini tidak hanya menyaring sinyal, tetapi juga dapat memberikan penguatan (gain) pada sinyal yang lewat. Filter ini umum digunakan dalam sistem audio, pengolahan sinyal sensor, dan anti-aliasing sebelum konversi analog-ke-digital (ADC), karena mampu meredam noise frekuensi tinggi yang tidak diinginkan.

Rumus Frekuensi Cut-Off Low Pass Filter:

Keterangan:

  • fc​: Frekuensi cut-off (Hz)
  • R: Nilai resistor (ohm)
  • C: Nilai kapasitor (farad)

Rumus ini menunjukkan bahwa frekuensi cut-off bergantung pada kombinasi nilai resistor dan kapasitor. Sinyal dengan frekuensi di bawah fcf_cfc​ akan dilewatkan, sedangkan sinyal di atasnya akan dilemahkan.

Karakteristik Tambahan:

  • Melewatkan frekuensi rendah, dan meredam frekuensi tinggi di atas nilai cut-off.
  • Dapat memberikan penguatan sinyal dengan konfigurasi non-inverting op-amp.
  • Respons frekuensi halus dan stabil, cocok untuk aplikasi sinyal analog.
  • Dapat disesuaikan dengan mengubah nilai R atau C sesuai kebutuhan aplikasi.

Aplikasi Low Pass Active Filter:

  • Filter Audio: Menyaring suara bass dan meredam noise frekuensi tinggi
  • Sensor Analog: Menghilangkan gangguan dari sinyal sensor yang lambat berubah
  • Anti-Aliasing: Mencegah distorsi sinyal saat masuk ke ADC
  • Sistem Kontrol: Menstabilkan sinyal input dalam kendali analog atau feedback loop

7. Soal Latihan[Kembali]

EXAMPLE

Example 1

Example 2

Example 3

PROBLEM

1. Berapa nilai Rf​ yang diperlukan agar 10 mV input menghasilkan 2 mA arus pada meter? R1=100kΩ,Rs​=10Ω

Jawaban:

2. Berapa tegangan input AC RMS maksimal agar meter 0–1 mA tidak kelebihan beban? (Asumsikan full scale 1 mA, Rs = 10 Ω)

Jawaban:

3. Jika Rs​ diganti menjadi 20 Ω, berapa arus meter saat V1=10mV?

Jawaban:

 

PILIHAN GANDA

a. fig 11.29 (Instrumentation Amplifier)

1. Suatu rangkaian instrumentation amplifier digunakan untuk menguatkan sinyal dari sensor suhu. Jika resistansi pengatur gain (Rg) diperbesar, maka penguatan (gain) dari amplifier akan...

A. Bertambah
B. Berkurang
C. Tetap
D. Menjadi nol

Jawaban: B
Penjelasan: Pada instrumentation amplifier, gain berbanding terbalik dengan resistansi Rg. Semakin besar Rg, maka gain akan berkurang.

2. Apa fungsi utama dari rangkaian instrumentation amplifier dalam sistem pengukuran?

A. Mengubah sinyal AC menjadi DC
B. Menghilangkan noise dari sinyal digital
C. Menguatkan sinyal kecil dari sensor dengan penolakan common-mode yang tinggi
D. Mengatur frekuensi respon

Jawaban: C
Penjelasan: Instrumentation amplifier dirancang untuk menguatkan sinyal diferensial kecil dan memiliki CMRR (Common Mode Rejection Ratio) yang tinggi untuk menghilangkan gangguan umum.

3. CMRR (Common Mode Rejection Ratio) yang tinggi pada instrumentation amplifier berarti...

A. Mampu menolak sinyal yang berbeda antara dua input
B. Mampu menerima sinyal noise
C. Mampu menolak sinyal yang sama pada kedua input
D. Mampu membatasi arus input

Jawaban: C
Penjelasan: CMRR tinggi artinya amplifier efektif dalam menolak sinyal yang sama pada kedua input (common-mode) seperti noise dari lingkungan.

b. fig 11.37 (Low Pass Active Filter)

1. Low pass filter adalah rangkaian yang...

A. Menghilangkan sinyal frekuensi rendah dan meneruskan sinyal frekuensi tinggi
B. Meneruskan semua sinyal tanpa seleksi
C. Menghilangkan sinyal frekuensi tinggi dan meneruskan sinyal frekuensi rendah
D. Menguatkan sinyal digital saja

Jawaban: C
Penjelasan: Low pass filter memungkinkan sinyal frekuensi rendah untuk lewat dan memblokir sinyal dengan frekuensi di atas frekuensi cutoff.

2. Komponen utama yang menentukan frekuensi cutoff pada low pass filter orde pertama adalah...

A. Op-amp dan resistor
B. Resistor dan kapasitor
C. Diode dan transistor
D. Relay dan kapasitor

Jawaban: B
Penjelasan: Frekuensi cutoff ditentukan oleh nilai resistor (R) dan kapasitor (C) dengan rumus 

3. Pada active low pass filter, peran op-amp adalah...

A. Sebagai sumber tegangan referensi
B. Sebagai penguat dan pemisah beban (buffer)
C. Sebagai saklar digital
D. Sebagai pembanding (comparator)

Jawaban: B
Penjelasan: Op-amp pada active low pass filter digunakan untuk menguatkan sinyal dan sebagai buffer agar filter tidak terpengaruh oleh beban.


Fig 11.29



Fig 11.37


rangkaian 11.29 [download]

rangkaian 11.37 [download]

 






























Komentar

Postingan populer dari blog ini