FLOWCHART
FLOWCHART
Sistem otomasi akuakultur ikan lele bekerja mengikuti dua alur utama, yaitu pemantauan level air menggunakan sensor water level analog dan pendeteksian hujan menggunakan rain sensor digital. Kedua alur ini mengontrol pompa air dan motor penarik atap secara otomatis.
1.
Mulai (Start)
Ketika
sistem diberikan catu daya (misalnya 12 V), seluruh rangkaian elektronik
seperti komparator, buffer op-amp, transistor, dan relay aktif.
Sistem siap melakukan dua fungsi utama:
- Memantau level air kolam
- Mendeteksi turunnya hujan
2.
Sensor Water Level Membaca Ketinggian Air
Sensor
water level mendeteksi apakah ketinggian air berada pada batas normal atau di
bawah ambang (misalnya 55%).
Output sensor berupa tegangan analog masuk ke komparator untuk
dibandingkan dengan tegangan referensi (Vref).
3. Kondisi Ketinggian Air
Jika air dalam tangki berada pada nilai tertentu, sistem mengatur apakah pompa air harus menyala atau tidak.
1.) Air di Bawah 55% (Level Rendah)
- Tegangan sensor > Vref,
sehingga input non-inverting > Vref.
- Output komparator aktif.
- Transistor masuk kondisi ON
karena VBE > +0,7 V.
- Relay berubah menjadi NO
(tertutup).
- Pompa air aktif untuk mengisi
air kolam.
Artinya: air kurang → sistem otomatis menghidupkan pompa.
2.) Air di Atas 55% (Level Normal)
- Tegangan sensor < Vref
sehingga input non-inverting < Vref.
- Komparator tidak aktif.
- Transistor OFF (VBE < 0,7
V).
- Relay tetap OFF.
- Pompa air mati.
Artinya: air cukup → pompa tidak perlu bekerja.
4. Sensor Rain Mendeteksi Air Hujan
Setelah pengendalian pompa air, sistem melanjutkan proses kedua yaitu mendeteksi apakah ada air yang menyentuh rain sensor. Tujuannya untuk menentukan apakah atap otomatis harus bergerak atau tidak.
1) Ada
Air pada Sensor (Hujan Terdeteksi)
- Rain sensor memberikan
tegangan keluaran (output HIGH).
- Tegangan ini masuk ke op-amp
buffer agar sinyal tetap stabil dan tidak berubah.
- Transistor aktif karena Vbe
> 0,7 V, sehingga transistor ON.
- Relay menjadi NO (aktif).
- Motor bergerak menarik atap
untuk melindungi area dari hujan.
- Sistem memastikan atap tertutup selama air masih terdeteksi.
2)
Tidak Ada Air pada Sensor (Tidak Hujan)
- Rain sensor tidak memberikan
tegangan keluaran (output LOW).
- Op-amp buffer menghasilkan
tegangan 0 volt.
- Transistor OFF karena Vbe <
0,7 V (cut-off).
- Relay tetap dalam kondisi OFF.
- Motor tidak bergerak (diam).
- Atap tetap terbuka dan sistem
menunggu hingga rain sensor mendeteksi hujan.
6. Selesai (End)
Setelah
seluruh proses selesai dioperasikan, sistem akan terus bekerja secara otomatis
untuk:
- Menjaga ketinggian air tetap
di atas 55%.
- Menutup atap secara otomatis
saat hujan.
- Membuka atau membiarkan atap
terbuka ketika tidak ada hujan.
Sistem
bekerja real-time tanpa intervensi manual, menjaga kondisi kolam tetap aman
baik dari air berlebih maupun hujan.
Komentar
Posting Komentar